Jumat, 19 November 2021

PEMASARAN BUKU

 



Resume ke-21

Tanggal 19 November 2021

 

“PEMASARAN BUKU” merupakan kelanjutan dari tahapan produksi (penerbitan) buku. Tahap ini merupakan tahapan yang sangat penting terutama bagi pihak penerbit. Sangat penting juga untuk diketahui oleh para penulis. Materi “PEMASARAN BUKU” akan disampaikan langsung oleh pihak penerbit mayor dengan didampingi oleh moderator bu Aam Nurhasanah beserta Ms. Phia. Siapa beliau narasumber ? Bapak Agus Subardana yang sudah 17 berkiprah di penerbit mayor Andi Yogyakarta. Sejak tahun 1999 sampai sekarang memegang kendali bidang pemasaran. PENGALAMAN yang LUAR BIASA yang telah dilalui pak Agus ini. Semoga kita bisa mendapatkan hikmah dan keberkahan dari kajian malam ini. Aamiin.  


Seperti telah kita ketahui bahwa sejak awal Maret 2020 sampai sekarang terjadi pandemi covid-19. Adanya pandemic ini sangat berdampak di berbagai sector termasuk sector usaha penerbitan buku . Dampak covid 19 pada usaha penerbitan  buku adalah

1.     Jaringan toko buku sebagian besar tutup sejak Maret 2020

2.    Pengunjung ke toko buku sangat menurun drastis karena ada PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat)

3.    Penurunan omset toko buku sebesar 60-90 %

4.    Penerbit mengurangi jumlah buku yang terbit

5.    Penerbit banyak yang gulung tikar

6.    Kurang maksimal dalam menawarkan buku

7.    Instansi banyak mengurangi anggran utk pengadaan buku

Untuk mengurangi dampak pandemic tersebut, maka pemasaran berubah menjadi:

1.     Strategi pemasaran buku serangan udara (on line), melalui website, market place

2.    Strategi pemsaran buku melalui serangan darat (of line),

 

STRATEGI PEMASARAN BUKU ON LINE

Pemasaran buku secara Online, berusaha agar dapat:

Ø  Menyebarkan informasi produk secara masif kepada target pasar potensial

Ø  Mendapatkan konsumen baru dan mempertahankan konsumen yang sudah ada

Ø  Menjaga kesetabilan penjualan saat kondisi pasar lagi lesu

Ø  Menaikan penjualan dan profit

Ø  Meningkatkan keunggulan produk dibandingkan dengan pesaing

Ø  Membentuk citra produk dibenak mata konsumen sesuai dengan yang diinginkan

Ø  Mengubah tingkah laku, persepsi dan pendapat konsumen (dari kurang minat beli , menjadikan tertarik beli)

 

Pemasaran Buku secara On line Via Komunitas

Ø  Jaringan komunitas bisa kita gunakan sebagai sarana promosi dan penjualan buku.

Ø  Penjualan lewat komunitas  akan lebih efektive dan efisien penjualan lewat komunitas dapat mempengaruhi  tingkat penjualan

Ø  Kuncinya kita harus proactive serta menjaga integritas pribadi kita.

 

STRATEGI PEMASARAN BUKU OF LINE

Pemasaran of line untuk menguasai seluruh wilayah nusantara. Pemasaran ini dilakukan dengan membuka cabang tiap kota besar yang potensi pasarnya sangat baik. Penerbit Andi telah mempunyai 90 cabang di kota dari Aceh sampai Papua, dengan menempatkan tenaga pemasaran di tiap cabang.

 

Strategi pemasaran buku of line dilakukan  melalui

Pertama. Toko Buku.

Ada 3 toko buku yaitu toko buku modern, semi modern dan tradisional. Beda antara ke tiga macam toko ini terletak pada system administrasinya. Contoh toko modern Gramdia, Gunung Agung, dan Toga Mas. System transaksi toko buku modern ini sudah mengikuti perkembangan teknologi yang dapat dikendalikan dengan system sentralisasi.

 

Cara Strategi Promosi Di Toko Buku Modern

-        Menguasai display buku , supaya tampilan buku dapat terlihat dan menonjol .

-        Mengadakan promosi di internal toko dengan memasang produk di Neon Box, X Banner

-        Mengadakan Bedah Buku , Talkshow dan diskon pada buku tertentu atau periode tertentu.

-        Mengadakan event tematik sesuai moment bulan berjalan (program Ramadhan,  Program TAB, Program TAM , dll )

 

 

Contoh Promo di Gramedia


 Contoh Display di Toko Buku

Kedua. Directselling

Pemasaran Buku melalui Directselling ini dipetakan berdasarkan jenis katagori buku yang diterbitkan . Jenis Katagori buku penjualan lewat Directselling dipetakan menjadi beberapa target pasar yaitu :

§  Buku Mata Pelajaran (buku utama dan buku pendamping) untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA/MA/SMK).

§  Buku Teks Perguruan Tinggi (semua mata kuliah)

§  Buku Referensi untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA-SMK , Perguruan Tinggi

§  Buku Umum

Pemetaan ini bertujuan untuk memudahkan melakukan terobosan pemasaran dengan menempatkan tenaga penjual (sales). Sales bisa mengadakan KUNJUNGAN LANGSUNG ke setiap LEMBAGA (perguruan tinggi, sekolah, perpustakaan). Kunjungan yang dilakukan ini agar dapat berinteraksi langsung personal internal di lembaga. Terjalinnya hubungan yangbaik dengan pihak lembaga tentunya bisa berdampak pada peningkatan penjuaan buku.

 

 

Persyaratan & Tata Cara Pengiriman Naskah ke Penerbit ANDI

Ø  Tentukan jenis naskah apa yang ingin di tulis

Ø  Jika sudah menentukan jenis naskah apa yang akan kamu tulis, penerbit ANDI memiliki beberapa prosedur dalam proses penulisan dan pengiriman, di antaranya;

1.     Mengetik naskah dengan rapi menggunakan font Times New Roman (atau sejenisnya) dan font 12 pt.

2.    Panjang naskah tidak kurang lebih dari 150 halaman kertas A4.

3.    Mencantumkan beberapa lampiran.

Ø  Sinopsis

Sinopsis tidak boleh lebih dari dua halaman

sinopsis harus sudah merangkum isi naskah secara keseluruhan agar penerbit dapat menangkap garis besar naskah.

Ø  Proposal

Tulis proposal singkat yang menjelaskan alasan dari penerbit andi untuk menerbitkan naskah

Proposal ditulis kurang dari 2 halaman

Ø  Data Diri

Data diri berupa;

Data diri berupa: latar belakang, kompetensi yang dimiliki, keterlibatan dalam organisasi tertentu

 

 

Mari Kita Berjuang…. Meski harus dengan MERANGKAK

Mari Kita Berjuang…. Meski harus dengan BERTATIH-TATIH

 

Menulis Adalah Berjuang

Penulis adalah Pahlawan yang akan Dikenang Selama-Lamanya

Lembaran Karya adalah Medan Pertempuran sedangkan Pena adalah Senjatanya

MENULIS AUTOBIOGRAFI

 

 


Resume ke-20

Tanggal 17 November 2021

 

Ibu Raliyanti malam ini mendampingi seorang narasumber yang luar biasa pak Suparno. Seorang kepala sekolah dari SMPN  2 Karangrejo Magetan yang memiliki kegemaran membaca, menulis sejak tahun 1986. Waktu yang tidak singkat 35 tahun memiliki pengalaman menulis. Sangat menginspirasi!!!  Pernah menjabat sebagai Pemimpin  Redaksi majalah  Pena Mageti dan juga seorang motivator literasi.

 

Tak kenal maka tak sayang. Sebelum menikmati sajian materi tentang “Menulis Autobiografi”, marilah kita mengintip riwayat hidup narasumber di:

http://suparnomuhammad.blogspot.com/2021/06/cv-suparno.html?m=1

 

Selanjutnya untuk mengetahui jejak literasi beliau silahkan berkunjung di blog:

 

http://suparnomuhammad.blogspot.com/2021/11/pendampingan-individu-menjadikan-cgp.html?m=1

 

http://suparnomuhammad.blogspot.com/2021/10/0.html?m=1


PENGERTIAN AUTOBIOGRAFI 

            Autobiographi berasal dari bahasa Yunani. Yaitu auto artinya sendiri, bio (bios) artinya hidup, dan graphein artinya tulisan. Jadi AUTOBIOGRAFI adalah tulisan yang berisi tentang riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh dirinya sendiri berdasarkan pengalaman pribadi. Riwayat hidup ini bisa berupa cerita tentang kegagalan hingga keberhasilan yang pernah dialami. Istilah autobiography pertama kali digunakan oleh penyair Robert Southey sejak tahun 1809. Jika riwayat hidup itu ditulis oleh orang lain namanya BIOGRAFI

 

MANFAAT MENULIS BIOGRAFI

1.     Agar  bisa menginspirasi  orang lain. Sangat berharga bagi keluarga  dan keturunan  (anak cucu) kita.

2.    Mempromosikan diri dan menambah angka kredit bagi ASN (baik guru maupun dosen). Keberhasilan sebagai penulis ini, membuat pak Suparno sekarang di usia 55 bisa meraih golongan ruang  IV/c (Pembina Utama Muda). Pencapaian yang sangat luar bisa. Semoga beliau nanti bisa pensiun nanti berada di golongan ruang IV/e

 

 

LANGKAH MENYUSUN BIOGRAFI

Sebelum menulis buku biografi, sebaiknya kita banyak membaca buku biografi tokoh ternama dan orang-orang selevel kita. Buku biografi yang dibaca minimal 3 buku, dari tokoh terkenal maupun dari tokoh selevel kita.

Adapun langkah-langkah menyusun biografi adalah:

1.     Membuat out line (kerangka tulisan)

Misalkan: Kelahiran  è TK èSDèSMPèSMAèKuliahèBekerjaè MenikahèMemiliki Anakè Pergi ke Luar Negeri dst

2.    Membuat jadwal menulis. Sebaiknya kita harus taati jadwal menulis yang telah kita buat

3.    Mengidentifikasi masalah yang pernah dihadapi, baik itu kenangan pahit maupun kenangan manis

4.    Menyiapkan data  pendukung. Data bisa kita peroleh dari foto, buku harian, medsos, kliping dll

5.    Menulislah dengan pikiran dan penuh perasaan. Jika ada kesalahan biarkan saja dulu, dan teruslah menulis sampai selesai

6.    Jika semua judul /out line sudah terbahas, bisa ditambahkan frase atau kata-kata mutiara  yang ditulis di atas (sebelum uraian tulisan judul)

7.    Editting, dari awal hingga akhir.

8.    Meminta orang lain (yang dipercaya) untuk melakukan proofreading (uji baca) tulisan kita, baik isi, ejaan, tata bahasa, ataupun salah ketik.

9.    Membuat cover

10. Meminta tokoh (terkenal) untuk menuliskan kata pengantar

11.  Menyerahkan ke penerbit

 


Selamat menulis buku  autobiografi …. agar orang  lain  dapat  belajar  dari pengalaman  dan perjalanan  hidup  kita

MENULIS DI KALA SAKIT


      Motivator pada pertemuan ke 19 menghadirkan sosok guru mata pelajaran fiqih di MTsN 5 Jakarta. Bapak Suharto, S. Ag., M.Pd yang biasa dipanggil cing Ato adalah alumni kelas belajar menulis gelombang 8. Dengan didampingi moderator ibu Shima cing Ato memmberikan support denagn berbagi pengalaman dahsyatnya penyakit (tanda cinta dan kasih sayang Sang Khaliq) yang disandangnya yang justru memicu semangat beliau sehingga menjadi penulis sampai saat ini. Untuk mengenal cing Ato lebih jauh kita bisa berkunjung ke akun beliau di:

fb:@Suharto.cingato.cing

Ig: Ig@Suharto.cingato.cing

blogspot: Suharto13blogspot.com

blogspot: Suharto69blogspot.com

dan di channelyoutube berikut:

https://www.youtube.com/watch?v=tVSJLPutgtU (Menulis dalam Katerbatasan)

https://www.youtube.com/watch?v=fjpPK_w0Bew (Guru Inspiratif)

https://www.youtube.com/watch?v=uye6FLj30GU (Menulis di Kala Sakit)

https://www.youtube.com/watch?v=qhzk01Z7y4w (Menggetarkan. Terkena Penyakit GBS. Lumpuh Seluruh tubuh. Menulis jadi Terapi Kesembuhan).

 

PERJUANGAN BELAJAR MENULIS PRA-SAKIT

 

Cing Ato sudah lama ingin BISA menulis. Berbagai upaya tlah dilakukan untuk bisa menulis, yaitu membeli berbagai buku motivasi tentang menulis, mengikuti acara jurnalis, juga mendatangi undangan untuk menulis.  Hasilnya TETAP TIDAK BISA MENULIS dengan baik, tulisannya sangat kaku dan kering. Cing Ato sendiri pada awalnya merasa bahwa tidak pandai merangkai kata menjadi kalimat. Namun kondisi ini tidak membuat cing Ato putus harapan.

Teriring dengan maraknya literasi madrasah saat itu, yang membiasakan dan membudayakan siswa madrasah untuk membaca dan menulis. Kegiatan literasi madrasah inilah yang membuat cing Ato mulai memaksakan diri tetap belajar agar bisa menulis. Ala bisa karena dipaksa. Ala bisa karena biasa. Setiap tahun cing ato selalu menganggarkan uang pribadi (dari gaji sertifikasi) untuk mengikuti pelatihan menulis. Ini pelatihan yang pernah diikuti sebelum cing Ato sakit GBS; 1) Pelatihan menulis bersama KSGN    Akhir  Desember 2016 di Wisma UNJ Jakarta, selama 3 hari 2 malam.       2) Pelatihan menulis MWC Media Guru di Cipanas  Akhir Desember 2017, selama 3 hari 2 malam.  3) Pelatihan menulis 2017 bersama Om Jay di acara public speaking di Jakarta


Pada pelatihan menulis bersama KSGN    Akhir  Desember 2016, banyak mengenal narasumber hebat seperti pak Namin, Om Jay, pak Dedi dan lain. Di KSGN ini cing Ato mulai sedikit dan banyak mengetahui CARA MENULIS. Cing ato merasa sangat termotivasi dengan kata-kata bijak om Jay “Tulis apa yang ada disekitar kita, tulis yang sederhana dahulu, tulis yang kamu bisa dan kuasai, serta mulailah menulis apa yang kamu alami dan rasakan" . Inilah penggalan kalimat sakti yang melekat di pemahaman cing Ato sampai sekarang. Dari hasil KSGN ini lahirlah buku antologi pertamanya berjudul “Bukan Guru Biasa” tahun 2016

 

Dari hasil pelatihan menulis MWC Media Guru di Cipanas  Akhir Desember 2017, terbitlah buku solo perdana cing Ato berjudul “Mengejar Azan”. Buku ini menceritakan tentang perjalanan menuntut ilmu. Dasar ilmunya dari om Jay lalu dipoles oleh Media Guru. Suatu kebahagian dengan terbitnya buku solo perdana ini, maka dilukis dan dibingkai cover buku “Mengejar Azan” sebagaimana tamapak dalam pigura pajangan ini.

 


(Buku solo yang ditulis cing Ato pada 2018)

 

 RIWAYAT PENYAKIT CING ATO

Pada awalnya cing Ato sakit flu dan demam. Dua (2) minggu kemudian (19 Juli 2018) tangan kesemutan namun tetap dibawa berangkat ke madrasah (demi melaksanakan tugas) dan jatuh oleng setelah tiba di madrasah . Cing Ato langsung dilarikan ke Rumah Sakit. Di RS didiagnosa awal sakit stroke, kemudian dibawa ke RS PON (Rumah Sakit Pusat Otak Nasional). Dari hasil RS PON  ternyata BUKAN STROKE tetap sakit GBS (Guillain Barre Syndrome) yaitu kelumpuhan seluruh system saraf.

Selama 1,5 bulan cing Ato dirawat di ruang ICU dan 3 bulan di ruang HCU RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusuma), pernafasannya dibantu dengan ventilator. Selama dirawat di RSCM tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kesembuhan.  Bahkan secara medis menetapkan bahwa nafas cing Ato akan selalu tergantung pada ventilator … YAA RABB!!!

          Pernyataan medis tersebut semakin membuat cing Ato mengencangkan doa dan harapannya pada sang Rabb: “ Yaa Rabb… Beri aku kesempatan untuk hidup …agar aku bisa memperbaiki kesalahan-kesalahanku…agar aku bisa berkontribusi lebih banyak lagi untuk sesame”. Inilah permintaan terus-menerus cing Ato saat itu.

          Sementara sang Rabb telah berfirman “Berdoalah, maka akan Kukabulkan”. Pada saat masih di RSCM tepat pukul jam 12 malam, tiba-tiba ventilator mati dan rusak. Para tenaga medis di RSCM terheran-heran menyaksian ini. AJAIB sekali. Rusaknya ventilator menggerakan tangan-tangan medis untuk mencoba mengganti alat bantu pernafasan cing Ato dengan menggunakan oksigen. Maasya Allah…  Alhamdulillah… bisa... akhirnya cing Ato bisa bernafas TANPA VENTILATOR.

 

Setelah 2 minggu dirawat di ruang inap biasa, akhirnya cing Ato diijinkan pulang dalam kondisi lumpuh. Setelah setahun badan tidak bisa bergerak,  6 bulan kemudian tangan kiri mulai bisa bergerak. Setelah tangan bisa bergerak, mulailah cing Ato melacak akun medsos (facebook) dan mulailah setiap menulis dan memposting artikel tentang motivasi hidup dan tentang apa yang sedang dirasa dan dialami.  Kisah selanjutnya mengenai penyakit cing Ato bisa di baca di buku berikut.

 

 


RIWAYAT MENULIS PASCA SAKIT

       Selama 1 tahun cing Ato tidak bisa bergerak.  Hanya berbaring saja.  Selama 1,5 tahun itu pula cing Ato terputus dengan dunia luar (tidak bisa bermedsos).  Setelah itu mulailah Cing Ato bisa membuka hp meskipun belum bisa menggenggam dengan kuat. Sejak inilah cing Ata mulai memposting artikel tentang motivasi hidup dan menulis apa yang sedang dialami. Karena keasyikannya menulis sampai lupa jika diri cing Ato sedang sakit. Bagaimana cara acing Ato menulis di masa ini ?  Menulis bisa dilakukan cing Ato dengan sambal berebah, di atas kursi roda, di luar rumah sambal berjemur, di mobil sambal menikmati kemacetan jalan, pada saat sedang diterapi, juga di rumah sakit saat menunggu antrian dokter.

 

 

 

Menulis Sambil Menunggu Antrian Dokter

 

Menulis Saat Terapi

          Dalam kondisi dengan segenap keterbatasannya ini, cing Ato menyempatkan diri untuk ikut pelatihan menulis (kelas binaan om Jay). Sebagaimana peserta yang lain, cing Ato harus menulis resume yang harus dishare di blog.   Beliau menulis resume di aplikasi catatan di Hp kemudian dishare ke blog. Berkat keuletannya…alhamdulillah cing Ato bisa lulus dari pelatihan menulis gelombang 8, karena berhasil menulis resume (minimal 20 resume) dan berhasil menulis buku solo.

          Cing Ato sangat termotivasi juga oleh kata-kata om Dedi “ Ingat…apa yang menurut kita bagus, belum tentu orang lain menerima. Maka teruslah berjuang…”.

Cing Ato juga pernah belajar denga Akbar Zaenuddin dan berhasil menulis buku motivasi.

          
           Saat ini (November 2021) kesehatan cing Ato semakin membaik. Aktivitas semakin hari semakin bertambah. Sudah bisa melaksanakn amanah sebagai pemateri di kelas pelatihan menulis binaan om Jay di gelombang 17. 18. 21, dan 22. Selain menulis beliau juga belajar membuat cover dan layout buku. Cing ATo juga bermimpi suatu saat nanti bisa menjadi penerbit mayor. SEMOGA Segera Terwujud Mimpi Cing Ato. Aamiin Yaa Rabb


"Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi"

(om Jay)

 

Tidak Ada Yang Tidak Bisa

Tidak Ada Yang Tidak Mungkin

Keterbatasan Jangan Diturunkan

Kesuksesan Menjadi Milik Orang Yang Mau Berusaha

(Pesan Cing Ato)

Sabtu, 13 November 2021

MENERBITKAN BUKU SEMAKIN MUDAH DI PENERBIT INDIE

 



Resume ke-18

Tanggal 12 November 2021


Suntikan materi kali ini disampaikan oleh Bapak Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd (pak Brian) dengan didampingi moderator Ibu Rosminiyati. Materi pada pertemuan ke-18 ini adalah penguatan dan penambahan dosis dari materi sebelumnya (pertemuan ke-17) yaitu tentang penerbit indie. Penerbit indie adalah penerbit yg mencetak buku sesusai permintaan penulis, lebih fleksibel dibanding penerbit mayor.

Siapakah narasumber pak Brian ? Beliau terlahir di Jakarta pada 30 Juni 1992 ini adalah guru SDN Sumur Batu 01 Pagi, Jakarta sejak tahun 2015-sekarang. Beliau alumnus kelas belajar menulis gelombang 4 yang sekarang mengabdikan diri pada kegiatan belajar menulis membantu Om Jay. Profil lengkap beliau bisa dikunjungi pada tautan berikut ini.

https://www.praszetyawan.com/p/profil.html

 

Sebelum memaparkan materi ada pertanyaan pak Brian yang cukup menggelitik yaitu; “Apakah bapak/ibu  sekarang sudah menulis memilki karya buku antologi?”. Saya sendiri saat ini SEDANG PROSES penerbitan 1 buah buku antologi. Teman -teman yang lain kemungkinan sudah memiliki beberapa karya buku antologi dan bahkan mungkin buku solo. Semoga dengan terbitnya buku antologi segera memicu diri untuk segera memiliki karya buku solo. Oh ya, BUKU ANTOLOGI di sini maksudnya adalah buku yang ditulis oleh beberapa orang penulis dengan judul yang berbeda-beda namun temanya sama. Sedangkan BUKU SOLO adalah buku yang hanya ditulis oleh satu orang penulis.

       Narasumber pak Brian merasakan betul manfaat belajar di kelas pelatihan belajar menulis binaan Om Jay. Sangat berterimakasih pada om Jay yang telah membuat wadah pelatihan belajar menulis ini, sehingga sampai hari ini pak Brian tetap membantu dan mengabdikan diri dalam mengurus pelatihan menulis binaan Om Jay

Pak Brian berusaha membantu peserta kelas belajar menulis dalam mewujudkan penerbitan buku solo dengan materi "Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie". Jadi pada kesempatan ini kita sebagai peserta diharapkan agar dapat 1) mengetahui dan memahami bahwa menebitkan buku itu mudah berkat adanya penerbit indie, dan 2) memahami bagaimana ketentuan dan cara menerbitkan buku di penerbit indie.

Dahulu  kita (khususnya saya) hanya mengenal penerbit Erlangga, Gramdia, Balai Pustaka, dan inilah yang disebut dengan penerbit mayor. Kenyataannnya sekarang sudah eksis dan menjamur beberapa penerbit indie selain penerbit mayor. Tahapan seleksi naskah menjadi tantangan untuk bisa menembus penerbit mayor. Penulis harus berjuang hingga bisa diterima oleh suatu penerbit mayor. Jika naskah ditolak, harus coba penerbit lain. Ditolak lagi, coba penerbit lain lagi. Begitu terus sampai menemukan penerbit yang mau menerima naskah kita. Ketika naskah diterima pun proses penerbitannya sangat lama. Inilah permasalahan yang sering dialami khusunya oleh penulis pemula.

Kehadiran penerbit indie bisa mengatasi permasalahan di atas. Dimana jika naskah kita serahkan ke penerbit indie maka: 1) Naskah pasti diterbitkan  dan 2) Proses penerbitan mudah dan cepat.

Jika menerbitkan buku di penerbit indie kita harus mengeluarka biaya. Untuk apa biaya tersebut? Untuk mendapatkan fasilitas pra cetak penerbitan. Dan jika  ingin mencetak ulang bukunya maka kita harus membayar lagi. Inilah konsekwensi penerbitan tanpa seleksi ketat, sehingga biaya penerbitan DITANGGUNG PENULIS.

Pertanyaannya penerbit indie mana yang paling bagus ? Masing-masing penerbit indie memiliki kelebihan dan kekurangan.Berikut diberikan alternative penerbit indie.

Paket hemat:


Link untuk info dan ketentuan paket penerbitan hemat.

https://www.praszetyawan.com/2021/10/murah-banget-menerbitkan-buku-ber-isbn.html

 

Paket lengkap




Untuk paket penerbitan lengkap silahkan klik link berikut

https://www.praszetyawan.com/2021/09/ini-cara-menerbitkan-buku-dengan-mudah.html

Silahkan kita bisa pilih paket hemat atau paket lengkap

 

TAHAPAN PENERBITAN BUKU (PAKET HEMAT)

1.  => Naskah + bukti transfer dikirim ke penerbit (bisa melewati pak Brian)

2.  => Penerbit membuat cover

3.  => Penulis melihat hasil desain cover dan menyetujuinya atau perlu revisi (boleh revisi 1x)

4.  => Penerbit mengirimkan PDF naskah

5.  => Penulis memeriksa dan merevisi jika diperlukan

6.  => Jika cover dan pdf naskah sudah fix, naskah dicetak

7.  => Buku selesai dicetak dan dikirim ke penerbit

 

TAHAPAN PENERBITAN BUKU (PAKET LENGKAP)

1.   => Naskah dikirim ke saya

2.   => Penerbit membuat cover

3.   => Penulis melihat hasil desain cover dan menyetujuinya atau perlu revisi (boleh revisi 1x)

4.   => Jika cover sudah fix, naskah dicetak

5.   => Buku selesai dicetak dan dikirim oleh penerbit

6.   => Buku diterima penulis

7.   => Penulis diberikan tagihan total biaya

8.   => Penulis membayar total biaya

 

“Selamat Mewujudkan Impian Untuk Segera Memiliki Buku Solo Bersama Penerbit Indie”

“Salam Literasi Tiada Henti”



Kustiyah

Palangka Raya

RAPAT MANKORAYA, 04-01-2022

Pembicara Rapat Koordinasi Awal Semester Genap MAN Kota Palangkaraya Tahun Pelajaran 2021/2022 Peserta Rapat (Awal) Pada hari Selasa 4 Janua...